Alat ukur intensitas cahaya adalah alat yang digunakan untuk mengukur besarnya intensitas cahaya disuatu tempat atau ruangan.  Alat ini terdiri dari sebuah sensor dengan sel foto, dan layar panel. Untuk mengetahui besarnya intensitas cahaya ini maka diperlukan sensor yang cukup peka dan linier terhadap cahaya. Semakin jauh jarak antara sumber cahaya ke sensor maka akan semakin kecil nilai yang ditunjukkan pengukur cahaya.

Daftar Isi :

Fungsi alat ukur intensitas cahaya

Alat ukur intensitas cahaya ini banyak digunakan pada bidang sinematografi dan desainer tata cahaya, untuk menentukan tingkat cahaya yang optimal untuk sebuah adegan/aksi. alat alat pengukur intensitas cahaya juga banyak digunakan pada bidang-bidang pencahayaan umum lainya, untuk membantu mengurangi jumlah intensitas cahaya yang terbuang di rumah, polusi cahaya di luar, dan untuk memastikan tingkat intensitas cahaya yang tepat untuk pertumbuhan tanaman.

Dalam dunia fotografer kuatnya intensitas cahaya ini perlu diketahui untuk mencari keseimbangan pencahayaan dalam pemotretan. Alat ini akan mendukung fotografer untuk pengambilan gambar agar hasil dari gambar yang diambil lebih maksimal.

Mengukur kekuatan cahaya adalah sesuatu hal yang penting dalam fotografi karena cahaya menjadi syarat terbentuknya sebuah foto, entah cahaya itu sangat redup (misal api lilin) atau sangat kuat (seperti matahari atau lampu studio). Tapi jika tidak ada cahaya, maka foto yang kita dapat hanya akan hitam total saja.

Sebelum mulai memotret akan lebih baik jika melakukan pengukuran intensitas cahaya terlebih dulu, supaya kita tahu seberapa kuat intensitas cahaya yang ada, dan berapa setting eksposur yang sebaiknya dipakai. Dengan alat lux meter, kita bisa mengetahui berapa setting kamera yang harus diatur supaya didapat nilai eksposur paling tepat, tanpa dipengaruhi oleh sifat dan warna subyek yang difoto.

Lux Meter Lutron LX-1108

Cara kerja alat ukur intensitas cahaya

Alat ukur intensitas cahaya mengubah energi dari foton menjadi elektron. Idealnya satu foton dapat membangkitkan satu elektron. Cahaya akan menyinari sel foto yang kemudian akan ditangkap oleh sensor sebagai energi yang diteruskan oleh sel foto menjadi arus listrik. Makin banyak cahaya yang diserap  oleh sel, arus yang dihasilkan pun semakin besar.

Dalam menyusun rangkaian alat ukur intensitas cahaya ini, umumnya menggunakan resistor untuk penghambat arus listrik, resistor variabel untuk pengatur taraf isyarat analog (contohnya pengendali suara pada peranti audio), dan untuk pengendali masukan bagi sirkuit rangkaian, lampu LED untuk indikator rangkaian bisa bermanfaat dengan baik yang digroundkan dan dihubungkan dengan kabel silikon yang diatur dalam papan rangkaian.

Kabel silikon yang dirangkai tersebut untuk upaya menyederhanakan alat ukur intensitas cahaya yang sulit seperti lux meter menjadi rangkaian sederhana yang bisa bermanfaat sama baiknya dengan lux meter.

Rangkaian alat ukur intensitas cahaya yang disusun menyebabkan beban yang ingin dikendalikan bukan hanya sebatas lampu LED tetapi bisa menggunakan beban lainnya sesuai keperluannya seperti resistor. Rangkaian alat ukur intensitas cahaya yang disusun lebih sederhana dan sering dijumpai karena rangkaian alat ukur intensitas dapat berkerja dengan penggunaan kompenen yang sedikit dan sederhana.

Perbedaan Lux Meter dan Light Meter

Lux meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur besarnya intensitas cahaya di suatu tempat atau ruangan. Besarnya intensitas cahaya ini perlu untuk diketahui karena pada dasarnya manusia juga memerlukan penerangan yang cukup. Untuk mengetahui besarnya intensitas cahaya ini maka diperlukan sebuah sensor yang cukup peka dan linier terhadap cahaya. Semakin jauh jarak antara sumber cahaya ke sensor maka akan semakin kecil nilai yang ditunjukkan lux meter. Ini membuktikan bahwa semakin jauh jaraknya maka intensitas cahaya akan semakin berkurang. Alat ini didalam memperlihatkan hasil pengukurannya menggunakan format digital yang terdiri dari ra ngka, sebuah sensor. Sensor tersebut diletakan pada sumber cahaya yang akan diukur intenstasnya.

Light meter adalah alat pengukur cahaya yang dalam ilmu typography pengukur cahaya digunakan untuk menentukan pembukaan. Diberikan kecepatan film dan kecepatan rana, alat ini akan menunjukkan f-stop yang akan memberikan sebuah pembukaan yang netral. Light meter juga digunakan pada cinematography dan desain sains. Pada umumnya alat ini digunakan untuk kepentingan pencahayaan agar cahaya yang di dapatkan bisa optimum sesuai dengan kebutuhan kualitas aplikasi.

Seperti yang kita bahas sebelumnya bahwa Light Meter adalah alat yang dipakai untuk mengukur jumlah cahaya yang masuk. dengan membandingkan dengan ASA, aperture dan shutter speed yang digunakan, maka Light Meter dapat menentukan cahaya yang masuk, sudah “pas”, “under” (kurang) atau “over” (lebih).

PCE-172 Digital Light Meter

Cara menggunakan alat ukur intensitas cahaya

Dalam mengoperasikan atau menjalankan lux meter dan light meter amat sederhana. Tidak serumit alat ukur lainnya, dalam penggunaannya yang harus benar- benar diperhatikan adalah alat sensornya,karena sensor yang akan mengukur kekuatan penerangan suatu cahaya. Oleh karena itu sensor harus ditempatkan pada daerah yang akan diukur tingkat kekuatan cahayanya (iluminasi) secara tepat agar hasil yang ditampilkan pun akuarat. Adapun prosedur penggunaan alat ini adalah sebagai berikut :

  • Geser tombol ”off/on” kearah On.
  • Pilih kisaran range yang akan diukur ( 2.000 lux, 20.000 lux atau 50.000 lux) pada tombol Range.
  • Arahkan sensor cahaya dengan menggunakan tangan pada permukaan daerah yang akan diukur kuat penerangannya.
  • Lihat hasil pengukuran pada layar panel.

Hal- hal yang harus diperhatikan dalam perawatan alat ini adalah sensor cahaya yang bersifat amat sensitif. Dalam perawatannya sensor ini harus diamankan pada temapat yang aman sehingga sensor ini dapat terus berfungsi dengan baik karena sensor ini merupakan komponen paling vital pada alat ini.

Selain dari sensor, yang harus diperhatikan pada alat ini pun adalah daya baterainya. Jika pada layar panel menunjukan kata ” LO BAT” berarti baterai yang digunakan harus diganti dengan yang baru. Untuk mengganti baterai dapat dilakukan dengan membuka bagian belakang alat ini kemudian mencopot baterai yang habis ini, lalu menggantinya dengan yang dapat digunakan. Baterai yang digunakan pada alat ini adalah baterai dengan tegangan 9 volt, tapi akan berbeda pada merk lain untuk tegangan beterai ini tergantung pada spesifikasi alatnya.

Apabila hasil pengukuran tidak seharusnya terjadi, sebagai contoh diruangan yang dengan kekuatan cahaya normal setelah dilakukan pengukuran ternyata hasilnya tidak normal maka dapat dilakukan pengkalibrasian ulang dengan menggunakan tombol ”Zero Adjust”.

Cara Pembacaan Lux Meter

Pada tombol range ada yang dinamakan kisaran pengukuran. Terdapat 3 kisaran pengukauran yaitu 2000, 20.000, 50.000 (lux). Hal tersebut menunjukan kisaran angka (batasan pengukuran) yang digunakan pada pengukuran. Memilih 2000 lux, hanya dapat dilakukan pengukuran pada kisaran cahaya kurang dari 2000 lux. Memilih 20.000 lux, berarti pengukuran hanya dapat dilakukan pada kisaran 2000 sampai 19990 (lux). Memilih 50.000 lux, berarti pengukuran dapat dilakukan pada kisaran 20.000 sampai dengan 50.000 lux. Jika Ingin mengukur tingkat kekuatan cahaya alami lebih baik baik menggunakan pilihan 2000 lux agar hasil pengukuran yang terbaca lebih akurat. Spesifikasi ini, tergantung kecangihan alat.

Apabila dalam pengukuran menggunakan range 0-1999 maka dalam pembacaan pada layar panel di kalikan 1 lux. Bila menggunakan range 2000-19990 dalam membaca hasil pada layar panel dikalikan 10 lux. Bila menggunakan range 20.000 sampai 50.000 dalam membaca hasil dikalikan 100 lux.

Daftar alat ukur intensitas cahaya

Daftar 3 alat ukur intensitas cahaya lengkap beserta fungsi, cara penggunaan dan penjelasannya.

1. Light meter / Lux Meter

Lighmeter adalah salah satu alat ukur intensitas cahaya yang banyak digunakan. Dalam dunia fotografi, light meter sering digunakan untuk menentukan eksposur yang tepat untuk sebuah foto.

EXTECH LT45 Light Meter

Biasanya light meter akan mencakup rangkaian elektronik digital atau analog, yang memungkinkan fotografer menentukan shutter speed dan f-number yang harus dipilih untuk pemaparan optimal, mengingat situasi pencahayaan dan kecepatan film tertentu.

Bagian-bagian Lux Meter :

  • Layar panel : Untuk menampilkan hasil pengukuran
  • Tombol Off/On : Sebagai tombol untuk menyalakan atau mematikan alat
  • Tombol Range : Tombol kisaran ukuran
  • Zero Adjust VR : Sebagai pengkalibrasi alat (bila terjadi error)
  • Sensor cahaya : Alat untuk mengkoreksi/mengukur cahaya.

Sebagai alat ukur intensitas cahaya, lighmeter juga digunakan di bidang sinematografi, untuk mengetahui tingkat cahaya optimal untuk sebuah adegan. Lighmeter digunakan di bidang umum desain pencahayaan arsitektural untuk memverifikasi pemasangan dan kinerja sistem pencahayaan bangunan yang tepat dan dalam menilai tingkat cahaya untuk menanam tanaman.

Beberapa teknik yang digunakan oleh lightmeter, yaitu Spot Metering, Avarage Metering, Center-weighted Metering dan Matrix Metering. Kini lux meter sudah tersedia versi digitalnya sehingga lebih mudah dalam penggunaannya karena setelah anda meletakkan sensornya, maka otomatis lux meter akan menampilkan besarnya intensitas cahaya pada layar digital yang ada.

Cara kerja lighmeter/luxmeter adalah dengan mengubah energi dari foton menjadi elektron. Idealnya satu foton dapat membangkitkan satu elektron. Cahaya akan menyinari sel foto yang kemudian akan ditangkap oleh sensor sebagai energi yang diteruskan oleh sel foto menjadi arus listrik. Makin banyak cahaya yang diserap oleh sel, arus yang dihasilkan pun semakin besar.

2. Ganiophotometer

Goniophotometer adalah alat yang digunakan untuk pengukuran cahaya yang dipancarkan dari benda pada sudut yang berbeda.

Ganiophotometer

Penggunaan goniophotometers telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir dengan diperkenalkannya sumber lampu LED, yang sebagian besar mengarahkan sumber cahaya, di mana distribusi spasial cahaya tidak homogen.

Jika sumber cahaya homogen dalam distribusi cahaya, itu disebut sumber Lambertian. Karena peraturan yang ketat, distribusi cahaya secara spasial sangat penting untuk pencahayaan otomotif dan desainnya.

Alat ukur intensitas cahaya ini banyak digunakan dalam industri otomotif . Ganiofotometer bisa digunakan untuk mengukur distribusi intensitas, fluks cahaya, koordinat warna dan temperatur warna.

3. Spektrofotometer

Spektrofotometer adalah alat ukur intensitas cahaya pada panjang gelombang tertentu yang melewati sebuah materi. Spektrofotometer ini mengukur jumlah cahaya berdasarkan interaksi antara materi dengan cahaya yang ditembakkan.

Spektrofotometer

Cahaya tersebut bisa berupa inframerah, ultra violet, dan cahaya tampak sedangkan materi berupa atom atau molekul, biasanya dari bahan kaca atau kuarsa. Sebagian dari cahaya tersebut akan diserap dan sisanya akan dilewatkan.

Nilai absorbansi dari cahaya yang diserap sebanding dengan konsentrasi larutan di dalam kuvet. Spektrofotometer dibagi menjadi dua jenis yaitu spektrofotometer single-beam dan spektrofotometer double-beam.

Dari kedua jenis spektrofotometer tersebut, spektrofotometer double-beam memiliki keunggulan lebih dibanding single-beam, karena nilai absorbansi larutannya telah mengalami pengurangan terhadap nilai absorbansi blanko. Selain itu, pada single-beam ditemukan juga beberapa kelemahan seperti perubahan intensitas cahaya akibat fluktuasi voltase.

Pemesanan & Informasi Produk

*Harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti Kurs Rupiah.
Untuk informasi harga terbaru dan stok, silahkah hubungi Sales Support kami melalui Telp atau WhatsApp :

Telkomsel : 0853 1818 3339
Indosat : 0816 593 557
XL : 0877 8887 2225

Email : sales@kucari.com

Jual Alat ukur intensitas cahaya harga murah dan cari produk terbaik lainnya dari kategori Lux Meter / Light Meter, Gratis biaya pengiriman untuk wilayah Jakarta dan dapat dikirim ke seluruh Indonesia. Dapatkan hanya di toko online Kucari, belanja online alat ukur, alat uji, alat teknik dan alat survey mudah dan aman.

Rekomendasi Produk :

Kucari menyediakan berbagai alat ukur intensitas cahaya atau lux meter dari agen, supplier dan distributor resmi yang tersebar dibeberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Bekasi, Depok, Cikarang, Tangerang, Lampung, Pontianak, Jogja, Semarang, Solo, Batam, Padang, Pekanbaru, Malang, Surabaya, Medan, Makassar, Balikpapan, Samarinda, Pelembang, Riau, Aceh, Manado, dan Bali.